Sometimes the answer is to let go..
Kadang, kita takut buat ngelepas apa yang (kita pikir) kita punya.
Hal-hal yg bikin kita nyaman, yg sudah jadi bagian dari keseharian, bagian dari diri.
Kita takut kalau kehilangan hal itu, kita nggak akan pernah sama lagi.
Gue belajar bukti nyata “let go” ini dari temen deket gue sendiri.
Dia berusaha maksimal buat mempertahankan pacarnya, tapi si cewek tetap kekeuh putus.
Temen gue, sebut saja Brad Pitt, sebulan kemudian pun memulai lembaran baru bersama pacar baru.
Bye bye pacar lama.
Memang, nggak semua orang bisa pindah ke lain hati secepat itu. Tapi kalo gue liat si Brad Pitt sekarang, setelah satu tahun, dia terlihat bahagia sama pacar baru.
Si pacar lama terlihat baik-baik saja tapi jelas belum bahagia.
Brad Pitt telah membuat keputusan yang benar.
Sedikit terinspirasi dari kebahagiaan si Brad Pitt, gue pun memutuskan untuk melakukan hal yang sama. Move on.
Nggak pake tiket,
Nggak pake ngomong sambil natap mata,
8 tahun stuck, selesai dengan 1 kalimat:
”.. maybe we just weren’t meant to be u know, hmmffhhh.”
That’s it.
Memastikan dia tahu apa yang gue rasa.
Memastikan gue dapet jawaban yang nggak ngambang.
Ikhlas.
Nerima.
Selesai.
Gue dan dia. Selesai.
Gue. Dia. Jalan kami. Sendiri.
We just weren’t meant to be.
Maybe.
—-
Hari ini, setahun yang lalu, gue pun seharusnya membuat keputusan yang sama.
Letting go.
Melepas apa yang memang bukan buat gue.
Supaya gue bisa meraih apa yang udah disiapkan buat gue.
Supaya gue bisa jadi apa yang gue mau, bukan yang gue maklumi.
Supaya apa yang udah gue lepas sebelumnya, nggak sia-sia.
Sometimes we have to hold on
And never give up.
Sometimes the answer is to let go
And never look back.
- Lidia aLni magdaLena Sitorus -
Design by Simon Fletcher. Powered by Tumblr.
© Copyright 2010